✿ Halo semua selamat datang. Terimakasih sudah mampir yaa. Jangan lupa follow blog ini agar tidak ketinggalan update. HAPPY READING GUYS ✿

Minggu, 13 Mei 2012

Surat Kecil Untuk Mamah


Mamah cepet pulang mah. Tita butuh mamah, Tita mau punya ibu yang seperti mamah. Yang ngurus Tita dari kecil itu mamah, yang paling tau dan paling ngertiin Tita itu mamah. Tita ga mau mah punya ibu dan ayah yang suka fitnah Tita mulu. Dari dulu ibu emang selalu apapun fitnah Tita. Walaupun Tita udah bilang bukan Tita yang ngelakuin, tapi ibu ga mau kalah. Ibu tuh ga mau di anggep salah walaupun emang dia salah.

Mamah cepet pulang mah.. Tita ga kuat di fitnah dan di salahin terus-terusan sama ayah dan ibu. Kalau Tita salah juga pasti Tita ngaku kok, tapi kalau Tita ga salah, ibu maunya tetep Tita yang salah.

Mamah, Tita mau punya orangtua seperti anak-anak yang lain. Yang ngertiin anaknya dan menghargai anaknya. Bagaimana Tita bisa menghargai orangtua yang tidak pernah mencontohkan apa itu menghargai karena Tita ga pernah merasa dihargai. Ayah sama ibu selalu bilang Tita ga pernah bantuin mereka, padahal setiap hari Tita selalu bantu-bantu mah. Mereka aja yang ga pernah ngehargai kerja Tita. Mereka selalu nuntut lebih mah.

Tita ga pernah nuntut apa-apa sama mereka mah. Apa Tita nuntut kasih sayang? ga pernah mah. Tita udah terbiasa tanpa kasih sayang mereka dari kecil. Tita ga manja sama mereka, dan emang Tita ga suka sok manja-manja.

Apa Tita nuntut materi ke mereka mah? Tita ga pernah maksa buat ibu nurutin kebutuhan materi Tita kalau ibu ga punya uang. Tita juga ga pernah maksa dibeliin sesuatu kecuali emang itu dibutuhin banget dan ga bisa buat di tunda-tunda lagi. Tita juga punya otak kali mah, Tita juga bisa mikir kalau mereka ga punya uang.

Kalau Tita mau beli sesuatu yang bersifat kebutuhan pribadi, Tita beli sendiri kok. Ga pernah Tita minta mereka yang beliin. Kalau pun pernah, Tita juga cuma bilang sekali. Kalau mereka bilang ga ada uang, apa Tita marah-marah maksa buat mereka menuhin kebutuhan Tita itu sekarang juga? Tita ga pernah maksain kehendak Tita ke mereka mah. Tita samasekali ga mau ngebebanin mereka. Tapi ibu selalu bilang Tita nuntut mulu mah.

Tita beli MP3, beli buku-buku novel, baju, tas, peralatan sekolah, kebutuhan sehari hari, beli apapun itu yang bersifat untuk pribadi kecuali kebutuhan makan pasti selalu pake uang Tita mah. Ga ada sekalipun malah minta ke ibu walau uang tabungan aja Tita minta ga pernah dikasih sama mereka. Ga seperti evan yang minta apa aja diturutin terus.

Mamah... cepet pulang mah. Tita ga kuat ditekan terus seperti ini setiap saat mah. Tita merasa sangat dibedakan sama adik Tita sendiri. Evan berbuat salah pun selalu di bela. Seolah olah yang haram pun di halal halalkan sama mereka dan sehalal halalnya yang Tita lakuin pasti haram di mata mereka. Evan jadi terbiasa dengan ngelakuin apapun semena mena karena apa yang dia lakuin pasti benar dimata mereka. Itu salah ayah sama ibu yang ga bisa bersikap selayaknya orang tua yang punya dua anak dan ga mendidik dengan adil.

Mamah cepet pulang ya mah. Kalau mamah ga pulang-pulang, siapa lagi yang nanyain keadaan Tita tiap hari mah? Siapa lagi yang bakal meluk tita mah? Siapa lagi yang bakal ngelus ngelus kepala Tita setiap tidur mah? Siapa lagi sosok yang bisa jadi contoh di mata Tita, yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar